Dec 27, 2009

Izinkan Luna Jadi Manusia

Mari sejenak membayangkan Luna Maya kecil dengan kaki berlepotan lumpur karena sering main di sawah. Mari bayangkan Luna mengejar layang-layang di sebuah kampung di Bali. 

Dec 18, 2009

Luna Maya vs Infotainment

Saya tertarik membaca perseteruan artis Luna Maya dan pekerja infotainment. Kejadian ini mengembalikan memori ingatan untuk mundur lima tahun ke belakang.

Sesungguhnya, perseteruan antara pekerja infotainment terhadap selebriti pernah terjadi di tahun 1995. Ketika itu sederet kasus yang melibatkan artis dan pekerja selebriti mencuat. Ingat bagaimana seorang komedian Parto yang mengacungkan pistol ketika terdesak oleh pertanyaan para pekerja infotainment, atau artis Bella Shapira yang pernah marah-marah ketika ditanyai, apakah ia seorang wanita panggilan? Demikian juga Sarah Ashari melempar asbak setelah berkonflik dengan pekerja infotainment?

Persoalan ini kemudian bergulir bukan lagi antara selebriti vs pekerja infotainment. Tetapi pada sebuah pertanyaan, apakah pekerja infotainment adalah juga seorang jurnalis (wartawan)? 

Oct 31, 2009

Luna Maya


Terus terang, saya sangat terobsesi dengan kecantikan Luna Maya. Memiliki mata indah, bulat bercahaya seperti permata. Rambutnya hitam, panjang terurai. Tubuhnya juga tinggi, dengan kulit putih bersih dan seksi. 

TAHUKAH ANDA (semua tentang medan)


Ini adalah kumpulan catatan dalam rubrik "TAHUKAH ANDA" yang terbit setiap hari di Harian Global. Catatan ini berisikan tentang seluruh informasi tentang Kota Medan kini ataupun sejarah Medan tempo doeloe. Sumber data diambil dari berbagai refrensi. Kiranya informasi ini bermanfaat untuk menambah database anda tentang Kota Medan. Kami juga menerima masukan jika anda memiliki data terkait Kota Medan dan sekitarnya.

Jul 4, 2007

badai pasti berlalu


foto|antara

badai pasti berlalu


foto| antara

Mengaca Diri


“Pers Nasional Mengaca Diri” dipilih menjadi tema perayaan ulang tahun Serikat Penerbit Surat Kabar (SPS) Sumut ke-61 yang jatuh pada Kamis kemarin di Hotel Polonia, Medan.

Pemilihan tema tersebut didasari ketatnya persaingan antara media cetak dengan media elektronik terutama televisi. Persaingan luar biasa itu memerlukan langkah-langkah strategis untuk memenangkannya, yang tentu saja dalam hal ini bersaing secara sehat.

Memang sejak reformasi digulirkan pers Indonesia memeroleh kemerdekaan dari terkungkung ancaman sensor dan bredel. Kini pers berkembang pesat. Masyarakat dapat memilih berita layaknya memilih makanan.

Kontroversi Legalisasi Ganja

Wacana legalisasi ganja yang disampaikan Badan Narkoba Nasional menarik untuk disimak. Berdasarkan hasil penelitian sementara BNN dan INIDA (Indonesian National Institute on Drug Abuse), ganja bermanfaat di dalam kehidupan, seperti untuk kebutuhan industri.

Ada dua wacana yang dilontarkan BNN kepada masyarakat: wacana legalisasi ganja dan usul pembuatan RUU Antinarkoba sebagai gabungan UU No 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika dan UU No 22 Tahun 1997 tentang Narkotika.

Tujuannya, memberantas sindikat peredaran narkoba dan obat terlarang lainnya menggunakan celah UU Psikotropika yang mengatur penggunaan obat terlarang untuk tindakan medis. Di dalam RUU Antinarkoba itu juga diwacanakan didirikannya Pusat Penelitian Ganja untuk mengkaji pemanfaatan tanaman itu di negara ini.

Awasi Obat Murah

Pemerintah meluncurkan program obat murah dan berkualitas melalui pengadaan aneka produk obat generik tak berlogo dengan harga eceran tertinggi Rp 1.000 per paket. Tujuan dari program ini untuk menjamin ketersediaan, pemerataan dan keterjangkauan obat murah dan berkualitas bagi masyarakat.

Pada peluncuran program tersebut, Menteri Kesehatan, Siti Fadilah Supari mengatakan, program yang berlaku di seluruh wilayah Indonesia itu untuk mengurangi beban hidup rakyat miskin. Selain itu, untuk mencegah peredaran obat palsu dan obat substandar yang dapat membahayakan kesehatan masyarakat.
 

AUDIT PLN


Listrik padam masih menjadi pemandangan yang tak terhindarkan selama dua bulan ke depan menyusul pengumuman PT PLN (Persero) Regional Sumatera Bagian Utara Rabu 13 Juni 2007 kemarin. Alasan pemadaman itu tak beda dengan alasan sebelumnya, yaitu pemeliharaan mesin pembangkit. Kali ini giliran Pembangkit Listrik Tenaga Gas/Uap GT 22 di Sicanang, Belawan. Akibat pemeliharaan tersebut pasokan listrik defisit hingga 200 MW.


Sejatinya, kebijakan pemadaman seperti ini sebenarnya bukan sekali ini saja dilakukan PT PLN (Persero) Regional Sumatera Bagian Utara. Dengan alasannya yang sama, tahun 2006 lalu, produsen setrum ini juga angkat tangan, tak bisa menjamin aliran setrum secara normal.


Mar 12, 2007

Feb 28, 2007

Sulitnya Mencari Hunian Senjakala



Kematian pasti akan datang bagi mahluk bernyawa. Tapi lahan pekuburan kian menyempit tergilas pembangunan ala metropolitan. Bila tak dipikirkan segera, pelan tapi pasti, lakon episode akhir hidup manusia akan berakhir tragis.


Si Tua yang Merana












Gedung Balaikota Medan, tanpa ampun menjadi korban.

Berikut ini adalah daftar bangunan bersejarah di Kota Medan

Si Tua yang Merana


Jumlah bangunan tua bermuatan sejarah mahapenting di kota Medan kian merana. Nasibnya tergusur seiring derap pembangunan pisik kota yang menatasnamakan modernisasi.
Rumah berlantai dua itu berdiri sejak 1923. Ia terletak di Jalan Warni atau kawasan Brigjen Katamso di Kelurahan Suka Raja Medan. Jaraknya hanya sebulir keringat dari tembok Istana Maimoon, berhimpit dengan rumah-rumah pertokoan (ruko). Dua pekan lalu, rumah tua itu diratakan karena pemiliknya tak kuasa saat ditawar dengan uang senilai Rp. 1,2 miliar. 

“ Rumah ini warisan dari kakek kami Guru Besar Ahmad. Kami sebenarnya tak setuju rumah ini dirubuhkan. Apalagi saya lahir dan menikah di rumah ini. Tapi mau bagaimana lagi, keluarga besar sudah memutuskan untuk menjualnya,” sebut Ny Ida salah satu cucu dari Guru Besar Ahmad.

Feb 27, 2007

TEROR Para Bandit Berpistol



Bayangan maut menggelayut di langit Kota Medan. Bandit-bandit berpistol berkeliaran menabur teror, memuntahkan timah panas tanpa mengenal waktu, tempat dan korbannya. Waspadalah!

Harian Global| 30 Mei 2006.

Selain wabah virus flu burung, kini ancaman lain menyebar di Kota Medan. Penjahat bersenjata api (senpi) bebas berkeliaran di sekitar kita. Siapapun, tanpa pandang bulu - pejabat, pelaku usaha atau orang biasa - menjadi incaran bandit-bandit berpistol.

Rentetan kasus perampokan bersenpi sebenarnya sudah terjadi sejak Januari lalu. Setiap aksi kejahatan para koboi ini selalu menjadi headline surat kabar. Sampai tulisan ini diturunkan, setidaknya tercatat 13 kasus kejahatan bersenpi. Korban pun berjatuhan. Setidaknya empat orang tewas, dan lima di antaranya kritis diterjang peluru pelakunya.

Aksi sadis para bandit ini terlihat ketika mereka menyatroni rumah Feryadi Chandra alias Tjong Siong Kim. Pengusaha bak pau yang beralamat di Kompleks Perumahan Baru II Jl. Brigjen Katamso tewas setelah bandit bersenpi menyatroni rumahnya 23 Maret lalu.

Meski ditodong senjata api, lelaki setengah baya ini nekad melawan. Ia tak rela usaha yang telah dirintisnya selama 16 tahun itu, dirampas begitu saja. Namun perjuangannya terhenti saat tubuhnya dihujani pisau sangkur. Pelaku yang diperkirakan empat orang itu leluasa mengobrak-abrik rumahnya.

Sejatinya, peristiwa berdarah di rumah Tjong Siong Kim itu bukan yang pertama di bulan Maret itu. Sepekan sebelumnya, aksi serupa terjadi di kompleks perumahan Jalan Multatuli. Beberapa hari kemudian, bandit bersenjata ini menyatroni kawasan Hamparan Perak. Berikutnya di bulan April kasus serupa berulang di kompleks perumahan Jl. Danau Jeumpang, Medan Baru. Korban selanjutnya adalah kediaman Alok Pinem di Jalan Pembangunan, Kampung Susuk II Medan Selayang.

Aksi kejahatan ini sudah sangat mengkhawatirkan, menghantui setiap inci wilayah hukum kepolisan Sumatera Utara. Walau terus diuber polisi, bandit berpistol itu surut nyalinya. Malah mereka makin mengganas di bulan Mei. Aktifitasnya melebar hingga ke daerah Langkat, Tebing Tinggi dan Labuhan Batu.

Selain sadis, bandit-bandit berpistol ini juga bernyali besar. Modal nekad plus kecermatan dan perhitungan matang dalam memburu targetnya, menjadikan kerja mereka lebih sistematis. Para pelaku juga cerdas mengelabui polisi. Kayak film India, polisi baru datang setelah pelaku lolos meninggalkan korban bersimbah darah.

Misalnya, kasus penembakan terhadap Juwono, 51 tahun. Bapak empat anak ini menjadi sasaran seenak jidat si pelaku. Ceritanya, si bandit bersenpi habis menggasak rumah Gunawan di perumahan Graha di Jl. Danau Jeumpang, Medan Baru April lalu. Namun, karena pagar kompleks sudah terkunci, si pelaku terpaksa meninggalkan sepeda motor RX King “tunggangannya”. Ia lalu “membajak” sepeda motor Juwono yang sedang melintas di dekat lokasi kejadian. Tak puas hanya mengambil motornya, Juwono didor di leher dan dadanya.

Kelicikan bandit-bandit ini menurut Direktur LBH Medan, Irham Buana Nasution tidak mengherankan. Dia mengatakan pelaku bersenjata yang kerap beraksi di Kota Medan adalah orang-orang terlatih dan ahli menggunakan senjata. Motifnya bukan hanya perampokan, tapi ada pelaku yang “diorder” untuk membunuh, alias sebagai pembunuh bayaran.

“Pelakunya bukan orang awam yang satu atau dua hari pegang senjata. Tapi sudah terlatih. Mereka itu profesional,” ujar Irham.

Dengan fakta itu, ia menduga pelaku aksi kejahatan bersenjata api ini mengarah kepada oknum-oknum di tubuh alat negara. “Bukan tidak mungkin ada pihak-pihak tertentu yang memanfaatkan oknum-oknum dari kepolisian atau militer. Apakah dia itu aktif maupun tidak aktif,” kata Irham serius.

Menurutnya, keterlibatan oknum-oknum dari satuan tertentu itu pernah terungkap saat bos PT Asaba, Boediharto Angsono tahun 2003 tewas terbunuh. Pembunuhan itu diotaki menantunya, Gunawan Santoso. Untuk mengeksekusi korban, Gunawan Santoso menyuruh empat pengawal pribadinya yang tak lain dari satuan Marinir TNI AL. Gunawan Santoso sudah divonis mati, tapi berhasil melarikan diri dari penjara.

Bagi Irham, tren kejahatan bersenjata api memang bukan cerita baru. Ia menilai, fenomena aksi tembak menembak ini bukan hanya dilakukan penjahat, tapi juga kerap dipertontonkan polisi dalam setiap aksi penangkapan.

Irham tidak yakin polisi bisa mengungkap rentetan aksi para koboi di Medan. Sama halnya ketika pembunuh misterius (Petrus), penculikan orang, hingga pembunuh bayaran yang pernah terjadi lima tahun lalu. Sampai kini tak seorang pun pelakunya tertangkap. Termasuk mengungkap dalang dari pelaku percobaan pembunuhan terhadap dirinya tahun 2001 lalu. Ketika itu kakinya ditembus panah beracun.

Sebenarnya, kekhawatiran Irham sudah terekam sejak kasus perampokan bersenpi ini muncul. Beberapa kali polisi mengelak mengatakan pelakunya bersenjata api. Padahal, beberapa korban sudah jatuh, dan menunjukkan indikasi tewas karena didor.

Setelah korban terus berjatuhan, Kapolda Sumatera Utara, Bambang Hendarso terpaksa turun gunung. April lalu, Jenderal berbintang dua ini membentuk tim khusus yang dipimpin Kapoltabes Medan, Kombes Irawan Dahlan. Anggotanya dari markas Polda di Tanjung Morawa juga diterjunkan.

Tim bentukan Hendarso pun mulai beraksi, menyusuri titik-titik yang dianggap rawan, termasuk tempat-tempat keramaian. Ironisnya, tak satu pun pelaku tertangkap. Malah, sebulan setelah tim dibentuk, aksi bandit berpistol terus meningkat.

Irawan Dahlan, mengakui personil yang dipimpinnya kelabakan mengungkap dan melacak para pelaku karena skenario bandit-bandit itu cukup rapi dan terorganisir. “Para pelaku tergolong profesional,” aku Irawan pertengahan April lalu.

Orang yang paling bertanggung jawab terhadap keamanan Kota Medan itu mensinyalir rentetetan kejahatan yang terjadi belakangan ini bertujuan menciptakan teror.”Rentetan kasus kejahatan ini sengaja diciptakan sekelompok orang yang tidak bertanggung jawab untuk membentuk suasana Kota Medan menjadi tidak kondusif,” kata Irawan.

Ucapan Irawan itu seolah menyiratkan ketidakmampuan institusi itu mengatasi persoalan. Abdul Hakim Siagian, Anggota Komisi A DPRD Sumut menganggap polisi gagal menjaga keamanan Kota Medan. “Sebaiknya polisi lebih meningkat profesionalisme,” katanya. Wajar-wajar saja Siagian berkata begitu. Siapa yang tidak jenuh, tak satupun bandit berpistol itu berhasil dibekuk polisi.|

kursi panas sang ketua